Artikel Terbaru

St B A R C Ar-Rayès: Mistikus Perempuan dari Katolik Maronit

St B A R C Ar-Rayès: Mistikus Perempuan dari Katolik Maronit
1 (20%) 1 vote

Koleganya berusaha mencarikan obat dan berbagai pengobatan, tapi semua sia-sia. Alih-alih sembuh, dua matanya justru buta dan kesehatannya merosot. Meski didera rasa sakit luar biasa, Sr Rafqa selalu berusaha menjalankan semua kewajibannya sebagai Baladite. Ia berjuang mengikuti ibadah di kapel. Selang beberapa waktu, ia menjadi lumpuh dan kerapkali hidungnya mengalami pendarahan. Tubuhnya menjadi kurus dan amat lemah. Karena tak lagi bisa mengikuti ibadah di kapel, ia berdoa di tempat tidur. Bekerja pun ia sudah tak mampu. Namun, ia masih mengerjakan pekerjaan tangan di atas tempat tidur, baik menjahit maupun menyulam. Ia percaya, Allah sengaja tak melumpuhkan tangannya supaya ia masih bisa bekerja.

Selama 20 tahun, Sr Rafqa mengalami penderitaan itu. Selama itu, hidupnya menunjukkan betapa besar cintanya pada Yesus dalam Ekaristi. Ia berusaha agar orang lain juga mencintai Yesus dalam Ekaristi. Tak heran, ia merintis tradisi Adorasi Sakramen Mahakudus yang ditakhtakan di komunitasnya. Superiornya, Sr Ursula Doumit begitu mencintai Sr Rafqa. Bahkan, ia sempat memerintahkan agar Sr Rafqa mengisahkan pengalaman hidup rohaninya supaya bisa ditulis.

Tahun-tahun penderitaannya dijalani penuh syukur dan kebahagiaan karena boleh menemani sengsara Yesus. Menjelang wafatnya, Tuhan menganugerahkan penglihatan kepadanya selama satu jam, karena ia ingin melihat superiornya untuk mengucapkan terima kasih karena telah diperlakukan dengan sangat baik. Akhirnya ia wafat tepat pada Rabu Abu menurut Kalender Liturgi Maronit, 23 Maret 1914. Jazadnya dimakamkan di Biara St Joseph, Grabta.

Empat hari pasca kematiannya, Sr Ursula Doumit mengalami sakit tenggorokan hingga tak dapat makan. Aneka pengobatan dijalani, tapi tak kunjung sembuh. Tiba-tiba ia menemukan sebotol obat ajaib di atas makam Sr Rafqa. Berkat doa melalui perantaraan Sr Rafqa, Superior Baladite itu sembuh. Namun, Takhta Suci baru menggelarinya venerabilis pada 11 Februari 1982. Mukjizat kesembuhan Sr Ursula akhirnya diakui secara resmi. Bapa Suci Yohanes Paulus II membeatifikasinya pada 17 November 1985.

Selain itu, terjadi juga mukjizat kesembuhan lewat perantaraan doa Sr Rafqa yang dialami Elizabeth En-Nakhel dari Tourza, Lebanon Utara. Elizabeth sembuh dari kanker rahim. Alhasil, Bapa Suci Yohanes Paulus II menggelarinya Santa pada 10 Juni 2001. Menurut penelitian dalam proses kanonisasinya, ia menderita penyakit tuberkolusis okular (mata) yang menyebabkan kebutaan. Kelumpuhannya disebabkan oleh semacam tumor tulang. St Rafqa dikenang sebagai biarawati yang mewariskan tradisi devosi kepada St Maria Sang Pembebas dan Pelindung Lebanon. Pestanya diperingati tiap 23 Maret.

Yusti H. Wuarmanuk/R.B.E. Agung Nugroho

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 50 Tanggal 13 Desember 2015

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*