Artikel Terbaru

Saring Sebelum Sharing

Saring Sebelum Sharing
3 (60%) 2 votes

Sebagai seorang yang bergelut di bidang ilmu komunikasi, Puspita memberikan dua tips untuk memerangi hoax. Pertama, meningkatkan kesadaran akan tanggung jawab sosial, di mana secara pribadi harus sadar bahwa apapun yang kita sampaikan di media sosial akan bermakna bukan untuk orang itu saja melainkan juga untuk semua orang. Kedua, Gereja sebagai sebuah lembaga harus mulai berpikir bagaimana menyiapkan orang-orang Katolik yang memiliki tradisi membaca secara benar, sehingga bisa mengedukasi umat lain supaya punya kebiasaan verifikasi informasi, apalagi bila itu terkait dengan struktural Gereja.

Hal serupa ditegaskan Direktur Eksekutif Lembaga Studi Pers dan Pembangungan Ignatius Haryanto. Katanya, masyarakat kita mesti dibiasakan untuk ‘saring sebelum sharing’. Artinya, setiap berita yang diperoleh harus disaring terlebih dahulu sebelum diteruskan kepada orang lain. “Jika kita tidak yakin dengan informasi tersebut, sebaiknya jangan mengirimkan kepada orang lain karena itu merupakan tindakan tidak bertanggung jawab,” tegas Haryanto.

Lebih dari itu, Rini berharap kegiatan memerangi hoax bisa ditempuh melalui jalur pendidikan. Lingkungan sekolah harus mulai mengenalkan kepada murid-muridnya tentang hoax, bagaimana penyebarannya, siapa saja yang menjadi korban, dan penanggulangan hoax. “Ketika masyarakat sudah paham informasi yang baik dan benar, penyebaran hoax bisa ditekan,” ujar Rini.

Pendidikan nilai merupakan salah satu jalan untuk memerangi hoax. Romo Kamilus menegaskan, hari ini yang dibutuhkan adalah pendidikan nilai dan pendidikan media agar umat mengerti cara kerja media serta menumbuhkan sikap kritis. “Ilalang dan gandum tumbuh bersama dalam media. Jika orang yang hati nuraninya sudah terbentuk, ia mampu memilah mana ilalang, mana gandung; mana berita yang benar dan mana yang tidak benar,” kata Romo Kamilus.

Christophorus Marimin
Laporan: Karina Chrisyantia

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 7 Tanggal 12 Februari 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*