Artikel Terbaru

Gita Smater Choir: Merajut Asa Melalui Suara

Gita Smater Choir: Merajut Asa Melalui Suara
1 (20%) 1 vote

Anggota GSC mengenakan busana daerah saat tampil di ajang BICF. [Yuven Fernandez]
Anggota GSC mengenakan busana daerah saat tampil di ajang BICF.
[Yuven Fernandez]
Kian Dilirik
Prestasi wah itu membuat siswa-siswi SMAK Frateran Maumere yang lain mulai tertarik. Mereka berlomba-lomba untuk bergabung dalam kelompok paduan suara ini. Animo peserta didik yang mendaftar untuk dilatih dan dibina di GSC dari tahun ke tahun terus menunjukkan peningkatan.

Karena itu, GSC juga harus mengadakan seleksi keanggotaan. Tidak semua peserta didik SMAK Frateran Maumere bisa ikut. Ketika mendaftar, para calon akan mengikuti audisi ketat yang diramu dalam bentuk semi outbound. GSC memiliki dua lokasi yang kerap digunakan sebagai tempat seleksi, yakni Pantai Krokowolon dan Pantai Dian di Desa Wairita. Menurut Blasius, seleksi anggota GSC dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu tahap menyanyi tunggal, tahap menyanyi dalam kelompok, serta tahap latihan mental dan fisik.

Seleksi diadakan dengan membuat perkemahan bersama pada malam Minggu. Dalam seleksi ini juga disisipkan materi permainan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan antar-peserta didik. Audisi dimulai dengan memberikan pengetahuan dasar terkait paduan suara dan pengenalan lagu-lagu daerah. Selain pembekalan mengenai pengetahuan dasar, diberikan juga permainan yang berguna untuk melatih vokal para calon. Salah satu latihan yang biasanya dibuat adalah para calon anggota GSC diminta meniup balon. Tujuannya, melatih otot paru-paru dan teknik pernapasan, yang nantinya sangat bermanfaat saat bernyanyi.

Meski seleksi masuk GSC terbilang ketat, para siswa tetap berjubel ingin bergabung. Tiap tahun tidak kurang dari 100 siswa yang mendaftar untuk ikut audisi. “Dari jumlah itu, kami hanya akan memilih 30 sampai 40 siswa,” imbuh Blasius.

Setelah mencatatkan keberhasilan mentereng di ajang BICF, kini GSC mulai melirik Singapore International Choir Festival yang akan digelar Juli 2017 mendatang. Untuk mengikuti perlombaan ini, anggota GSC sudah berlatih secara intensif sejak Oktober 2016. Untuk persiapan ke ajang itu, GSC bahkan mendatangkan pelatih dari Malang. Hal ini dirasa perlu untuk semakin memperkaya teknik dan koreografer anggota GSC.

Kini GSC terus menggenjot persiapan mereka menuju ajang internasional itu. Fr Polikarpus menyampaikan terima kasih berlimpah kepada semua elemen yang selama ini turut membantu GSC mewujudkan mimpi anggotanya. “Harapan kami, GSC bisa terus mengikuti kompetisi di luar negeri. Tentu hal ini tidak lepas dari bantuan dana para donatur, baik dari pemerintah maupun pihak lain,” ujar Fr Polikarpus. Fr Polikarpus memang menargetkan bantuan dari Dinas Pariwisata NTT dan Pemerintah Daerah Sikka untuk mewujudkan mimpi besar GSC berkompetisi di level mancanegara.

Yuven Fernandez

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 7 Tanggal 12 Februari 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*