Artikel Terbaru

Serba Bisa di Segala Medan Kerasulan

Serba Bisa di Segala Medan Kerasulan
1 (20%) 1 vote

Katekis Paroki, kata Marcell, butuh kesabaran panjang menghadapi umat. Pernah ia dan rekan-rekannya hendak mengajar, tapi tak ada satu peserta pun yang datang. Marcell membesarkan hati kawan-kawannya. Ia mengatakan, lebih baik mereka yang menunggu, ketimbang para peserta yang menanti mereka. “Bisa jadi cerita tak sedap nanti,” akunya.

Meski sejumlah lika-liku mereka hadapi, Marcell bersyukur karena Paroki mendukung kegiatan mereka, termasuk soal dana. Para katekis juga mendapat uang “pengganti transport” dari Paroki pada penghujung pergantian tahun. Perhatian kepada katekis, lanjut Marcell, juga mereka rasakan dari para donatur yang gratis melanggankan mereka Majalah HIDUP. “Dengan membaca majalah HIDUP, kami memperoleh berbagai informasi, yang dapat membantu karya kami,” ungkapnya.

Katekis Sekaligus PNS
Sementara itu, Paulus Lanjak tak pernah membayangkan dirinya menjadi katekis. Lulus Sekolah Menengah Ekonomi Atas, ia ingin bekerja di perusahaan. Tapi keinginan itu selalu bertepuk sebelah tangan. Tak ada perusahaan yang sudi menerima lamaran kerjanya. Suatu ketika, Romo Sekundus OFMCap menawarinya studi lanjut di Akademi Kateketik Indonesia (AKI) Madiun, Jawa Timur.

Peluang itu ia ambil. Lulus dari AKI (1971), pria asal Sekadau, Kalimatan Barat ini pulang ke tanah kelahirannya. Sebagai lulusan baru pendidikan kateketik, Uskup Ketapang waktu itu, Mgr Gabriel Willem Sillekens CP (19111981) meminta Paulus menjadi katekis di keuskupannya. Rencana awal, Uskup asal Belanda itu memintanya ke wilayah pedalaman, Paroki St Martinus Balai Berkuak.

Rencana awal itu kandas sebab ada pergantian pengurus Kursus Kateketik di keuskupan. Mgr Sillekens meminta umat Paroki Katedral St Gemma Galgani Ketapang ini membantu Br Alguino FIC untuk mengurus kursus bagi calon katekis keuskupan. Seiring waktu, pada 1981, Paulus ditunjuk untuk mengisi posisi di Kementerian Agama Kabupaten Ketapang.

Penugasan itu membuatnya rangkap jabatan, sebagai katekis keuskupan sekaligus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pada 1997-1999, Paulus juga terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Ketapang. Karirnya sebagai wakil rakyat di daerah pun mentok seiring lengsernya Soeharto sebagai Presi den kedua RI.

Orang pertama Ketapang yang menjadi katekis ini tetap mengemban amanah dari Mgr Sillekens. Paulus masih memberi kursus kateketik. Sementara pada Sabtu dan Minggu, ia blusukan ke umat di wilayah pedalaman. Pada hari lain, ia menyelam dalam karyanya sebagai pegawai di kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang. Karyanya sebagai katekis terus berlanjut tatkala ia masih duduk di DPRD.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*