Artikel Terbaru

Serba Bisa di Segala Medan Kerasulan

Serba Bisa di Segala Medan Kerasulan
1 (20%) 1 vote

Sebagai katekis, tatkala mengunjungi umat, La’ia berperan sebagai pemimpin ibadat dan pendalaman Kitab Suci. Ia juga memberikan katekese mengenai ajaran Gereja serta pendampingan ekonomi umat. “Ini sebagaimana ditugaskan Pastor.”

Katekis kelahiran Ambukha, Nias Barat, Sumatera Utara, 22 Februari 1972 ini mengungkapkan, “Saya jadi katekis karena di Mentawai sangat dibutuhkan katekis. Selain itu, saya ingin memperkenalkan dan mendalami tentang Yesus, yang merupakan penyelamat, bersama umat.”

Selama karya pelayanannya, tantangan utama yang dihadapi La’ia adalah cuaca atau badai laut dan transportasi. Selain itu, umat di sana juga minim partisipasi dalam tiap kegiatan.

Dalam memberikan katekese kepada umat, La’ia mendapatkan bahan ajar dari Komisi Kateketik Keuskupan Padang, Pastor Paroki, dan Dewan Pastoral Paroki serta membaca buku iman Katolik dan Majalah HIDUP. “Majalah HIDUP sangat membantu dalam berpastoral, menjadi bahan referensi dan memperkaya sharing dalam setiap kegiatan pastoral,” ungkap umat Paroki St Maria Auxilium Christianorum Sikabaluan ini.

Pengalaman nyaris serupa juga dialami Veronica Wahyu Indriyani PSA. Katekis di Keuskupan Agats itu harus menumpang “motor air” untuk menjangkau umat di berbagai paroki. Katekis di sana tak cukup hanya memiliki pengetahuan soal iman kekatolikan, tapi juga harus punya kemampuan membaca tanda-tanda alam. “Sering laut tak bersahabat,” ujar perempuan yang menjadi katekis sejak 1998 ini.

Vero mengakui, katekis di Agats harus bisa rajin menggali dan menemukan metode yang menarik untuk umat. Para pewarta awam juga harus menyesuaikan antara materi dengan konteks budaya setempat serta daya tangkap umat. Ia menambahkan, kehadiran Majalah HIDUP ikut membantu karya pelayanan katekis di sana. “Geliat pastoral keuskupan-keuskupan di Indonesia yang dimuat di dalam Majalah HIDUP memacu saya dan katekis di sini untuk berbuat segala sesuatu bagi Keuskupan Agats,” paparnya.

Katekis di Tanah Rencong, Aceh, Stanislaus Djehaut punya pengalaman berbeda. Awal mula menjadi katekis pada 2008, ia melayani di Meulaboh, Ibu Kota Kabupaten Aceh Barat, Nanggroe Aceh Darussalam. Umat di sana mayoritas berasal dari Sumatera Utara (Medan), Jawa, dan Papua. Etnis terbesar adalah keturunan Tionghoa. Tiap pekan, mereka beribadah di ruko.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*