Artikel Terbaru

Sr Stefani SSpS: Terpesona Sedulur Sikep

Sr Stefani SSpS: Terpesona Sedulur Sikep
1 (20%) 1 vote

Sukinah, warga asal Rembang, kenang Sr Stefani, pernah mengutarakan kegelisahannya. Kata Sukinah, orang menganggap Pegunungan Kendeng begitu elok dan menawan. Ia anggun dan mempesona. Baginya dan masyarakat Rembang, Pegunungan Kendeng seperti seorang “Ibu” yang amat murah hati. Alam Kendeng memberi air, makanan, dan obat-obatan untuk mereka. Tanah Kendeng menerima segala kotoran, memberi mereka penghasilan untuk mempertahankan hidup dan menyekolahkan anak-anak di wilayah itu. Tapi, bagi para pemilik modal, Kendeng dianggap bisa menggelontorkan banyak uang bagi mereka. Sementara masyarakat di sana bakal menelan ampas. Mereka bisa tercerabut dari budaya dan pola hidup, mata air hilang, tanah berdebu, dan gangguan pernafasan bagi masyarakat akibat pabrik semen. “Jika seperti ini, siapa yang menderita?”

Konsekuensi Berpihak
Selalu ada konsekuensi dari setiap pilihan. Sr Stefani menyadari keberpihakannya bisa mendatangkan risiko. Ketakutan sempat ia rasakan. Tapi rasa itu luruh karena ia yakin Allah bersamanya dan mereka yang memperjuangkan kebenaran dan nasib banyak orang.

Sr Stefani teringat jawaban tokoh Sikep, seperti Gunretno, Gunarti, dan Print berhadapan dengan situasi sekarang. Bagi mereka, hidup dan mati berada di tangan Tuhan. Mereka juga sudah berpesan kepada keluarga masing-masing untuk terus membela dan mempertahankan martabat “Ibu” bumi.

Perjuangan mereka membuat Sr Stefani selalu memohon kepada Allah, agar Dia memberi kekuatan kepadanya untuk berjuang bersama para Sedulur Sikep dan warga Kendeng dengan jalan damai. Sebab, yang mereka hadapi adalah saudara sendiri. Karena itu tak pernah jemu mereka mengingatkan saudaranya soal dampak buruk pabrik semen. Sikap dan keutamaan itulah yang membuat Sr Stefani terpesona dengan mereka.

Yanuari Marwanto

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 8 Tanggal 19 Februari 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*