Artikel Terbaru

Alexandra Herlina: Dokter Sedulur Penolak Tambang

Alexandra Herlina: Dokter Sedulur Penolak Tambang
1 (20%) 1 vote

Tak mau menyimpan gundah, Dokter Lina meminta izin Gunretno untuk bergabung di JMPPK. Dokter Lina memberikan pengobatan gratis dan sukarela bagi para petani yang berjuang mempertahankan tanah mereka. “Sederhana saja, saya punya tenaga, ya saya berikan.”

Sejak itu, sekali sebulan Dokter Lina mengunjungi Kendeng. Dari Surabaya, ia menggunakan kereta api atau bus. Ia menggelar pengobatan keliling sesuai jadwal konsolidasi para sedulur tani di Pati, Rembang, dan Kudus. “Biasanya bersama Sr Stefani berangkat Sabtu subuh dan pulang Minggu malam,” katanya.

Dalam beberapa kesempatan, Dokter Lina tinggal lebih dari satu hari di Kendeng. Misal saat long march Pati-Semarang pada November 2015. Ia bersama para pejuang JMPPK menjadi tim medis bagi para petani yang ikut long march sejauh 122 kilometer itu. Dokter Lina menyetir mobil sendiri dari Pati menuju Semarang selama dua hari dua malam. “Mobil saya fungsikan sebagai ambulans. Mengobati di tepi jalan dan mengangkut dulur-dulur tani yang kelelahan.”

Saat aksi “9 Kartini Kendeng” menyemen kaki di depan Istana Merdeka, April 2016, Dokter Lina datang mendampingi mereka. Demikian juga saat aksi-aksi JMPPK yang bertepatan dengan peringatan hari besar nasional, Dokter Lina selalu hadir sebagai dokter yang siaga.

Aktivis dan dulur-dulur JMPPK menceritakan kepada Dokter Lina soal mata air besar dan goa di Rembang yang akan musnah jika penambangan batu kapur tetap dilaksanakan. “Ilmu tentang karst atau daerah batuan kapur secara gratis saya dapatkan dari dulur-dulur JMPPK. Betapa mahalnya sumber daya alam ini, tidak bisa digantikan oleh apapun jika sudah musnah.”

Belum semua petani menolak pertambangan di bentangan pegunungan Kendeng. Namun, kata Dokter Lina, tak ada permusuhan antara dulur tani yang menolak dan mereka yang tidak menolak. Dokter Lina tanpa sungkan dan pilih kasih juga mengobati para dulur tani yang belum menolak kehadiran pabrik semen. “Saya berpikir bahwa cinta yang diberikan dalam bentuk apapun akan mengubah kebekuan hati.”

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*