Artikel Terbaru

Alexandra Herlina: Dokter Sedulur Penolak Tambang

Alexandra Herlina: Dokter Sedulur Penolak Tambang
1 (20%) 1 vote

dr Alexandra Herlina. [NN/Dok.Pribadi]
dr Alexandra Herlina.
[NN/Dok.Pribadi]
Mulanya, Dokter Lina selalu membawa obat-obatan pribadi dari tempat praktik. Perlahan, banyak pihak membantu untuk menyediakan obat-obatan. Bantuan logistik obat-obatan itu berasal dari Susteran SSpS, Gereja Katolik, para pastor di Surabaya dan Semarang, serta beberapa perempuan asal Semarang. “Saudara kita non Katolik juga banyak membantu logistik obat.”

Profesi Hidup
Semangat Dokter Lina memantik komentar keluarganya. Ayahnya bertanya, “Mengapa melayani jauh-jauh, di Surabaya juga ada saudara-saudara yang perlu dilayani.” Dokter Lina menjawab, “Saudara-saudara saya di sini bertemu dengan saya lebih sering, sedang saudara-saudara saya di Kendeng hanya bertemu saya sebulan sekali.”

Profesi sebagai dokter, jelasnya, seringkali diasosiasikan dengan profesi yang lekat dengan kegelimangan materi. “Tetapi saya selalu berusaha untuk menjelaskan kepada keluarga bahwa dokter itu ‘panggilan hidup’, sangat lekat dengan kemanusiaan,” tegasnya. Ia yakin, Tuhan akan mencukupkan semua kebutuhannya.

Saat ini ia bekerja mandiri, melayani pasien di tempat praktik pribadi. Ia tidak terikat dengan instansi rumah sakit. “Ini membuat langkah kaki saya jauh lebih bebas.”

Sisi humanis Dokter Lina terasah sejak menyelesaikan pendidikan dokter. Lulus pada 1996 hingga menyelesaikan masa bakti sebagai dokter PTT (2000-2006), ia bekerja di klinik sosial pada Yayasan Lembaga Karya Darma milik Keuskupan Surabaya.

Di sore hari, ia membantu klinik sosial milik Gereja Katolik di Surabaya hingga 2010. Ia hadir dalam bakti sosial, terutama jika ada bencana, misal saat bencana lumpur Lapindo, banjir bandang di Situbondo dan Bojonegoro serta saat Gunung Merapi meletus. Ia juga menjadi dokter Unit Kesehatan Sosial (UKS) di Yayasan Lazaris, Surabaya. “Setahun sekali bersama tim UKS, saya berangkat ke pedalaman Kalimantan Selatan untuk melakukan pelayanan dan penyuluhan kesehatan.”

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*