Artikel Terbaru

Alexandra Herlina: Dokter Sedulur Penolak Tambang

Alexandra Herlina: Dokter Sedulur Penolak Tambang
1 (20%) 1 vote

Komunitas petani Sedulur Sikep di Kendeng, kata Dokter Lina, sangat ngugemi ibu bumi. Untuk mencari nafkah, mereka bertani dengan memelihara tanah dan air sebagai sumber penghidupan. “Betapa sederhananya mereka mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan dengan cara merawat ibu bumi, bukan merusaknya. Tidak ada keserakahan di benak mereka. Semangat berbagi dan menolong tanpa pamrih telah menjadi nafas mereka.”

Nilai inilah yang membuat umat Paroki Salib Suci, Tropodo, Keuskupan Surabaya ini berbulat tekad untuk bersama mereka melawan ketidakadilan. Baginya, keterlibatan ini adalah panggilan iman Katolik untuk menjadi bagian dari pembaruan kehidupan berbangsa dan bernegara. “Apa yang terjadi di Kendeng hanyalah fenomena pucuk gunung es ketidakadilan di negara kita,” tandasnya.

dr Alexandra Herlina
TTL:
Surabaya, 19 Mei 1970

Pendidikan:
• SDN Simokerto VI Surabaya (1983)
• SMPN IX Surabaya (1986)
• SMAN V Surabaya (1989)
• Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya (1996)

Pengalaman Kerja:
• Dokter di Klinik milik Keuskupan Surabaya di bawah Yayasan Lembaga Karya Darma/LKD (1996–1997)
• Dokter PTT di Kecamatan Kabuh, Jombang (1997–2000)
• Dokter di klinik sosial milik Keuskupan Surabaya di LKD (2000–2006)
• Dokter di klinik pengobatan gratis milik Gereja Katolik Ratu Pencinta Damai, Surabaya (2000–2006)
• Dokter UKS di Yayasan Lazaris Surabaya (2006–2015)
• Dokter praktik mandiri (2015–sekarang)

Edward Wirawan

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 8 Tanggal 19 Februari 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*