Artikel Terbaru

St Nicholas Flüe (1417-1487): Tinggalkan Segala Demi Panggilan Mulia

St Nicholas Flüe (1417-1487): Tinggalkan Segala Demi Panggilan Mulia
1 (20%) 1 vote

Nicholas menjadi rahib dan membangun sebuah pondok kecil dari ranting dan dedaunan di Ranft, sebuah lembah sepanjang Melcha. Untuk sampai ke daerah itu, dibutuhkan sekitar satu jam berjalan kaki dari Sachseln. Ia mempraktikkan cara hidup keras. Ia tidak mengenakan penutup kepala dan alas kaki. Selama musim dingin, Nicholas juga tetap bertahan di pertapaan. Ia memilih untuk bermatiraga, tanpa makan dan minum, kecuali Komuni Suci dalam Ekaristi. Setiap hari, ia mengikuti Misa Harian di Sachseln atau Kerns. Orang mengenalnya dengan sebutan “Brother Klaus”.

Selama 20 tahun, Nicholas hidup sebagai seorang rahib. Tuhan menganugerahkan sejumlah visiun. Ia juga dikaruniai rahmat untuk bernubuat. Banyak orang datang menemuinya untuk minta doa dan nasihat spiritual, tak terkecuali para pejabat pemerintahan. Tahun 1469, pemerintahan sipil membangun sebuah biara dan kapel untuk Nicholas. Selang 10 tahun, seorang kapelan ditugaskan untuk melayani dan bertanggungjawab atas kapel tersebut; sementara Nicholas tetap tinggal di Ranft.

Ketika delegasi konfederasi Swiss mengadakan pertemuan untuk mengatasi perbedaan di antara mereka pada 1480, Kepala Paroki Stans, Pastor Henry Imgrund pergi menemui Nicholas. Ia meminta nasihat kepada Nicholas, bagaimana menyudahi perang saudara. Berkat nasihat dan anjuran Nicholas, dicapailah kesepakatan untuk menyudahi konflik. Konfederasi Swiss atau dalam bahasa Latin Confoederatio Helvetica, adalah sebuah negara federal berisi 26 canton di Eropa Tengah, berbatasan dengan Jerman, Perancis, Italia, Liechtenstein, dan Austria.

Nicholas wafat pada 21 Maret 1487. Karena teladan hidupnya, Paus Klemens IX (1600-1669) membeatifikasinya pada 1669. Setelah beatifikasi tersebut, pemerintah Kota Sachseln membangun sebuah kapel, dekat Gereja Sachseln sebagai bentuk penghormatan kepada Beato Nicholas. Lalu relikuinya diletakkan di kapel tersebut. Sejumlah peziarah mengunjungi kapel tersebut untuk berdoa lewat perantaraannya.

Tahun 1947, Paus Pius XII (1876-1958) mengangkat Beato Nicholas menjadi santo. Gereja Katolik merayakan Pesta St Nicholas Flüe setiap 21 Maret. Sementara di Swiss dan Jerman, pestanya dirayakan setiap 25 September. Ia menjadi patron negara Swiss dan patron Swiss Guards, pasukan pengawal bagi Bapa Suci.

Maria Pertiwi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 8 Tanggal 19 Februari 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*