Artikel Terbaru

Mengklik Jomblo Katolik

Mengklik Jomblo Katolik
3 (60%) 5 votes

Leo memberi catatan bahwa K25+ bukan biro jodoh. Komunitas ini adalah wadah untuk mendapatkan teman, saudara, dan syukur-syukur kalau berjodoh. “Ini sebuah jejaring atau jembatan bagi orang muda Katolik untuk menemukan sahabat sejati, peduli terhadap sesama dan Gereja, serta mampu membawa berkat bagi orang lain,” kata Leo. Sementara Sekretaris Jenderal Presidium K25+ Fransiskus Xaverius Sulistiyanto me ngatakan, keprihatinan terhadap fenomena banyaknya orang muda Katolik yang pindah agama karena menikah merupakan alasan paling mendasar terbentuknya komunitas ini.

Sejak berdiri pada 2001, komunitas ini sudah melahirkan 50 pasangan suami istri. Pada 2007, komunitas ini sempat “mati suri”. Namun pada 2012, beberapa pelopor Komunitas 23+35 yang masih peduli mencoba menghidupkan kembali dengan nama K25+. Dengan nama baru, komunitas ini sudah berhasil mempersatukan 20 pasang ke dalam ikatan suci perkawinan Katolik.

Di Jakarta pun ada wadah untuk kebutuhan kerasulan ini. Medio Agustus 2016, Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Jakarta (Komkep KAJ) mengadakan program Connecting. Kegiatan ini dikemas untuk orang muda Katolik agar dapat berinteraksi dan menjalin kedekatan satu sama lain. Ketua Komkep KAJ Romo Albertus Yogo Prasetianto mengajak orang muda untuk membuka diri dan aktif dalam kegiatan komunitas atau Gereja.

Selain itu masih ada Komunitas Karyawan Muda Katolik. Komunitas ini memang tidak punya intensi khusus untuk mencari pasangan hidup. Namun, mengingat anggotanya adalah para pekerja muda maka terbuka kemungkinan bagi anggotanya untuk dapat saling mengenal dan berjodoh.

Kegiatan-kegiatan orang muda Katolik yang lain, seperti Indonesian Youth Day, Asian Youth Day dan World Youth Day juga bisa menjadi ajang bagi orang muda untuk berjumpa dan berbagi dalam kegembiraan. Gereja sadar bahwa masa kini dan masa depan ada di tangan orang-orang muda, sehingga ia selalu menyediakan kerasulan yang terbaik bagi orang muda.

Marchella A. Vieba
Laporan: Yustinus H. Wuarmanuk/Stefanus P. Elu/Christophorus Marimin

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 9 Tanggal 26 Februari 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*