Artikel Terbaru

Beato Nunzio Sulprizio: Yatim Piatu Pandai Besi

Beato Nunzio Sulprizio: Yatim Piatu Pandai Besi
1 (20%) 1 vote

“Apa yang kamu inginkan di dunia ini?”

“Saya ingin pergi ke pangkuan Allah dan menerima Yesus,” kata Nunzio.

“Dimana orangtuamu?”

“Mereka telah meninggal.”

“Lalu siapa yang peduli padamu?”

“Saya dalam pemeliharaan Allah”, jawab Nunzio.

Pada Maret 1836, kesehatannya kian merosot. Nunzio memaknai deritanya sebagai jalan penyatuan diri dengan derita Yesus di kayu salib. Akhirnya, ia meninggal 5 Mei 1836 pada usia 19 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Gereja St Domenico Soriano, Naples.

Buah kesalehannya akhirnya diakui Takhta Suci. Nunzio digelari venerabilis dengan ditanda tanganinya dekrit keutamaan hidupnya oleh Paus Leo XIII (1810-1903) 9 Juli 1859. Pada 1 Desember 1963, ia dibeatifikasi oleh Bapa Suci Yohanes XXIII (1881-1963) karena terjadi mukjizat penyembuhan yang dialami seorang pria yang terluka parah akibat kecelakaan sepeda motor. Pria ini berada dalam kondisi koma. Sanak saudaranya mendoakannya lewat perantaraan Nunzio. Seketika ia tersadar dan sembuh. Nunzio dikenang sebagai model kaum muda pekerja keras.

Yusti H. Wuarmanuk

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 46 Tanggal 15 November 2015

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*