Artikel Terbaru

Novisiat Sananta Sela MSC: Batu Penjuru dari Kebumen

Novisiat Sananta Sela MSC: Batu Penjuru dari Kebumen
1 (20%) 1 vote

Tak cukup hanya menganjurkan, Romo Dwi sendiri ikut aktif mengikuti pertemuan warga setiap bulan. Bahkan dalam acara halal bihalal di kampung, “Bapak Romo” selalu diberi kesempatan untuk memberikan sambutan.

Suasana Kekeluargaan
Novisiat Sananta Sela melaksanakan pembinaan dalam suasana kekeluargaan. Hal itu terajut melalui aktivitas bersama mulai dari kegiatan membersihkan rumah, olahraga hingga diskusi. Pemimpin umum Tarekat MSC, Romo Mark McDonald MSC sempat membagikan pengalamannya bagaimana penerimaan sebagai sebuah keluarga sangat membantunya melewati berbagai kesulitan di novisiat, “Sambutan hangat di hari pertama dan penerimaan yang saya rasakan dari para saudara MSC di rumah novisiat membantu saya mengatasi kesulitan.”

Ini senada dengan kesaksian seorang novis, Fr Rexi MSC, “Selama sebelas bulan hidup di Novisiat Sananta Sela, saya sungguh merasakan kehangatan satu keluarga. Di sini saya mendapatkan penerimaan dan peneguhan.”

Dalam kenyataannya, tidak semua novis bisa menamatkan masa pembinaan di novisiat ini. Memang pada dasarnya semua proses di novisiat adalah proses penegasan atas panggilan hidup. Dalam hal ini para formator selalu memberi bimbingan agar para novis dapat membuat keputusan yang bebas dan sesuai dengan hati nurani mereka.

Sananta Sela memang tempat mencetak batu penjuru. Kesaksian yang diberikan oleh para alumninya – entah sebagai biarawan Hati Kudus atau awam – menunjukkan bahwa hari-hari di Sananta Sela membentuk pribadi mereka menjadi murid Kristus yang tangguh laksana batu penjuru. Seperti yang diungkapkan oleh Pater pendiri, Jules Chevalier, “Novisiat kita (MSC) bukan merupakan sejumlah tatanan lahiriah melulu, melainkan pembaruan batin manusia yang menyeluruh, supaya mereka yang masuk Tarekat menjadikan keutamaan Hati Yesus milik mereka sendiri”.

Vst. Asmodiwongso

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 46 Tanggal 15 November 2015

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*