Artikel Terbaru

Pilar 22: Penjaga Rumah Tuhan

Pilar 22: Penjaga Rumah Tuhan
1 (20%) 1 vote

Ketika berkumpul, terkadang warga melempari bangunan itu dengan batu, pecahan botol dan lainnya. Gangguan itu tak dihiraukan. Mereka membalas perlakuan itu dengan berdoa.

Para anggota P22 mengawali kegiatan dengan makan, minum kopi dan teh serta menyanyi bersama. Lambat laun mereka mengisi kegiatan dengan acara spiritual seperti mendaraskan doa. Berbagai usulan doa pun muncul seperti Doa Rosario, Doa St Faustina sampai Doa St Brigitta. Akhirnya mereka bersepakat menggunakan doa St Brigitta selama setahun dan tahun berikut dengan doa lainnya.

Tekun Berdoa
Pelan tapi pasti, P22 berdoa setiap malam. Umat yang melihat kegiatan ini pun ikut bergabung. Berkat arahan dari Pastor Rekan Paroki Keluarga Cibinong, Romo Agustinus Suyatno, kelompok ini semakin hidup dalam pelayanan dan doa.

Doa dan aktivitas P22 membuahkan hasil. Kapel yang dulunya dianggap “seram” kini berubah menjadi cerah. Pada awal 2010, bangunan kapel kembali dipugar supaya layak dipakai untuk Misa. Meski baru dipasang atap, berlantai semen kasar dan dinding baru ditutup tripleks, tempat itu sudah bisa digunakan untuk Misa sebulan sekali. “Prinsipnya kalau mereka larang, kita berhenti Misa. Tetapi kalau tidak dilarang, kita lanjutkan,” ujar Romo Suyatno.

Pada 2010, P22 merasakan perlunya peremajaan anggota karena beberapa anggotanya sudah lanjut usia dan pindah domisili. Peremajaan dilakukan dengan meminta masukan dari pengurus stasi dan Pastor Paroki Cibinong. Dalam kesepakatan, mereka juga mengganti nama P22 dari Pasukan 22 menjadi Pilar 22. Nama Pilar sendiri diberikan Uskup Bogor kala itu Mgr Michael Angkur OFM.

Nama baru, semangat baru. Bila dahulu intensi doa P22 untuk pembangunan Gereja, sekarang intensi mereka mulai beragam menyesuaikan dengan liturgi Gereja, misal berdoa Rosario pada setiap Mei dan Oktober, berdoa untuk arwah di api penyucian dan semua orang beriman yang telah meninggal pada November. Bulan-bulan lainnya mereka berdoa untuk Gereja Universal misal untuk Bapa Suci, panggilan para seminaris, dsb.

Setiap Kamis malam, P22 memiliki intensi khusus untuk umat paroki yang telah meninggal dunia. Selain itu, bila ada keluarga yang ingin didoakan, P22 akan menyediakan hari khusus untuk intensi tersebut seperti kesembuhan dari sakit, mendapat keturunan, dll.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*