Artikel Terbaru

SMS, Kasut, dan Tanaman

SMS, Kasut, dan Tanaman
1 (20%) 1 vote

Ia memberitahu Romo Samuel, Paus Fransiskus telah menunjuknya sebagai Uskup Sintang. Doktor Spiritualitas jebolan Universitas Antonianum Roma itu kaget. Ia keberatan dengan berita yang baru didengar itu. “Saya sudah tua, sudah berumur 62 tahun,” ujarnya.

Romo Samuel harus siap menerima penunjukan Paus Fransiskus, kata Mgr Filipazzi. Usia, lanjut Uskup Agung Sutrium ini, bukan menjadi alasan menolak kepercayaan Paus Fransiskus terhadap dirinya. Romo Samuel akhirnya menerima penunjukan itu, meski ada beragam perasaan yang bercokol dalam sanubarinya.

Sebelum mengakhiri pertemuan, Mgr Filipazzi mengajukan dua permintaan kepada Romo Samuel. Mgr Filipazzi memintanya menulis surat kepada Paus Fransiskus. Surat itu ditulis tangan di atas selembar kertas putih. Isinya Romo Samuel menerima dan mengucapkan terima kasih kepada Bapa Suci atas penunjukan dirinya sebagai Uskup Sintang.

Permintaan kedua, Romo Samuel tak boleh memberitahu siapapun soal penunjukannya sebagai Uskup, sampai Vatikan mengumumkan berita itu pada 21 Desember 2016 pukul 12.00 waktu Roma, atau pukul 18.00 WIB. Sekitar satu jam, imam kelahiran Peranuk, Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang ini berada di Kedubes Vatikan. Usai itu, ia kembali ke pastoran Paroki Tebet.

Dalmiatin tak tahu apa-apa kejadian yang berlangsung di Kedubes Vatikan.
Bahkan, kabar penunjukan imam yang bersamanya di Tebet sejak 2012 itu sebagai Uskup, baru diketahui sepekan setelahnya. “Itu juga saya tahu dari romo-romo di Tebet,” ujar pria yang sudah 35 tahun menjadi karyawan Paroki Tebet ini.

Di mata Dalmiatin, Romo Samuel sangat rajin bekerja, terutama menamam dan mengurus tanaman. “Hampir seluruh tanaman di gereja ini, Romo Samuel yang menanam,” terang Dalmiatin sambil menunjuk pepohonan dan tanaman.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*