Artikel Terbaru

St Johannes Conrad dari Parzham OFMCap (1818-1894): Sang Penjaga Pintu Biara

St Johannes Conrad dari Parzham OFMCap (1818-1894): Sang Penjaga Pintu Biara
1 (20%) 1 vote

Soal hidup rohani, keluarga Conrad tak diragukan. Orangtuanya senantiasa
menanamkan disiplin hidup rohani dalam keluarga. Setiap malam, saat hendak beranjak tidur maupun sesaat setelah bangun tidur, mereka selalu berdoa bersama. Sebagai kepala keluarga, Bartholomäus sadar betul akan tanggung jawab membina iman anak-anaknya. Ia bersandar pada kutipan, “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan” (Yos. 24:15b).

Rupanya tradisi doa itu melekat kuat di hati John. Ia rutin ikut Misa pagi di gereja. Sehabis Misa, ia melanjutkan berdoa Rosario sembari melangkahkan kaki pulang ke rumah. Saat Bulan Rosario dan Bulan Maria, John mengadakan ziarah pribadi dengan berjalan kaki ke Gua Maria.

Portir Sejati
Iman yang berakar pada doa itu turut menguatkan hati John ketika orangtuanya meninggal. Sang ibu meninggal kala John berusia 14 tahun. Sementara sang ayah meninggal ketika John berusia 31 tahun. Dalam duka yang mendalam, John tetap mencintai Tuhan. “Saya tidak punya alasan meninggalkan Tuhan, sebab Dia tak pernah melupakan saya.”

Memasuki usia 32 tahun, John merasakan benih panggilan dalam dirinya. Ia bingung; meneruskan merawat hewan atau masuk biara. Suatu saat, ia membaca kisah perjalanan St Fransiskus Assisi ke Lembah Spoleto. Dalam kisah itu diceritakan, tiba-tiba Fransiskus melihat serombongan besar berbagai jenis burung. Terpesona dengan pemandangan itu, Fransiskus menyapa burung-burung tersebut. Dengan rasa kagum, Fransiskus bertanya, apakah mereka mau tinggal sebentar mendengarkan Sabda Tuhan. Katanya, “Saudara-saudari burung, hendaklah kalian memuji Pencipta kalian dan mengasihi-Nya. Dia memberimu bulu-bulu sebagai mantel, sayap untuk terbang dan memenuhi kebutuhanmu….” Mendengar kata-kata itu, semua burung mengepakkan sayapnya.

Kisah ini seakan memberi motivasi bagi John untuk mengikuti Tuhan. Ia pun melamar menjadi Bruder Ordo Saudara Hina Dina Kapusin (Ordo Fratrum Minorum Capuccinorum/OFMCap). Setelah novisiat, ia memakai nama Johannes Conrad. Dalam bahasa Jerman, nama Conrad berarti seorang penasihat yang jujur, berani, bijaksana, dan berpendirian kuat. Setelah mengucapkan kaul kekal pada 1852, ia dikirim ke Biara St Anna di Kota Altötting, Bayern.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*