Artikel Terbaru

St Johannes Conrad dari Parzham OFMCap (1818-1894): Sang Penjaga Pintu Biara

St Johannes Conrad dari Parzham OFMCap (1818-1894): Sang Penjaga Pintu Biara
1 (20%) 1 vote

Di Negeri Panzer, tempat ini secara khusus dikenal sebagai salah satu destinasi ziarah rohani untuk menghormati Bunda Maria yang Berbelaskasih. Di tempat ini, ratusan bahkan ribuan peziarah setiap tahun berkunjung, berdoa, dan bertirakat. Kedatangan Br Conrad sempat membuat cemburu teman-temannya yang lain. Tetapi kesucian hidupnya memutus rantai kecemburuan ini. Tugas yang diembannyapun tidak mudah, yakni menjadi penjaga pintu masuk biara. Dengan banyaknya peziarah yang lalu lalang setiap hari, pekerjaan menjaga pintu biara cukup melelahkan.

Cinta Keheningan
Br Conrad setia pada tugasnya. Ia dikenal hemat dalam kata, tapi sangat “boros” dalam memberi bantuan kepada siapa pun. Ia selalu sigap memberi pertolongan kepada para peziarah yang meminta tolong. Bruder yang baik ini menjadi portir biara selama lebih dari 40 tahun, hingga ia menghembuskan napas terakhir di Altötting, 21 April 1894. Selama bertugas menjaga pintu biara, ia banyak memberi keuntungan kepada penduduk Altötting. Banyaknya peziarah memberikan keuntungan bagi masyarakat sekitar, terutama mereka
yang miskin.

Br Conrad dikenal sebagai biarawan Kapusin yang sangat mencintai keheningan. Ia memakai waktu luang di tengah tugasnya untuk memandangi Sakramen Mahakudus lewat celah yang ada di dekat tempat duduknya. Malam hari, ia mengorbankan waktu tidurnya untuk berdevosi kepada Bunda Maria. Banyak rekannya percaya, Br Conrad sesungguhnya tidak pernah beristirahat. Ia terus bekerja dan berdoa. Salah satu refleksinya yang terkenal adalah “Ketika kita memiliki hati untuk berdoa, kita juga memiliki tangan terbuka bagi orang miskin.”

Ketulusan mengabdi, hidup doa, dan belarasa kepada yang miskin, menjadi jalan bagi Br Conrad untuk menggapai kekudusan. Ia dibeatifikasi oleh Paus Pius IX (1857-1939) pada 15 Juni 1930. Empat tahun kemudian, Paus yang sama merestui proses kanonisasinya. Beato Conrad dinyatakan kudus pada 20 Mei 1934. Ia dikenang Gereja tiap 21 April sebagai pelindung para penjaga keamanan.

Yusti H.Wuarmanuk

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 12 Tanggal 19 Maret 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*