Artikel Terbaru

Beato Engelmar Unzeitig CMM (1911-1945): Jalan Kudus Malaikat Dachau

Beato Engelmar Unzeitig CMM (1911-1945): Jalan Kudus Malaikat Dachau
1 (20%) 1 vote

Karena itu, memasuki usia 18 tahun, Hubert bergabung dengan Kongregasi Misionaris Mariannhill. Ia masuk novisiat CMM pada 1929 di Reimlingen. Di sini, Hubert kemudian menerima nama biara “Engelmar”. Sejak itulah, Frater
Engelmar menghabiskan waktu sehari-hari untuk semakin mengolah diri dalam terang spiritualitas CMM.

Masa novisiat dijalani Frater Engelmar dengan penuh dedikasi. Kecintaannya
kepada Kristus semakin berkembang. Pada masa novisiat ini, ingatan kepada keluarganya selalu dibawa dalam doa. Ia menyadari, ibunya yang seorang diri memelihara saudara-saudarinya pasti juga merindukannya. “Bapa, berkatilah
ibu dan saudara-saudaraku, biarkanlah mereka selalu berada dalam dekapan-Mu,” ucapnya dalam doa.

Dalam keluarga, Frater Engelmar bukanlah satu-satunya yang mengabdikan hidup pada panggilan khusus itu. Kedua saudarinya juga menjadi suster, yakni Sr Huberta Maria Unzeitig dan Sr Adelhilde Regina Unzeitig. Keduanya bergabung dalam Kongregasi Suster Misi Darah Mulia (Congregatio Pretiosi Sanguinis/CPS).

Membela Yahudi
Menyudahi masa novisiat, Frater Engelmar menjalani masa studi filsafat dan teologi di Würzburg, Jerman. Kehidupan yang semakin berpusat pada Kristus semakin menancap dalam pribadi Frater Engelmar. Ia menyimpan hasrat besar bermisi dan membawa Kristus kepada seluruh dunia.

Dalam kongregasi yang didirikan Francis Pfanner (1825-1909) di Afrika Selatan pada 26 Desember 1882 ini, Frater Engelmar dikenal sebagai pribadi yang murah senyum dan tekun dalam studi. Hidup di Jerman yang sedang dikuasai Nazi menjadikan Frater Engelmar juga memiliki perhatian kepada orang-orang Yahudi yang ditindas selama masa-masa itu.

Bulan Mei 1938 menjadi saat paling membahagiakan bagi Frater Engelmar. Frater Engelmar mengikrarkan kaul kekal sebagai anggota CMM. Inilah saat ia menegaskan cinta yang total kepada Kristus dan kongregasi CMM. Setahun kemudian, ia ditahbiskan menjadi imam pada 6 Agustus 1939. Setelah tahbisan, ia sempat merayakan Misa Perdana di kampung halamannya, Greifendorf.

Sebagai imam baru, Pastor Engelmar ditugaskan di sebuah biara CMM di Riedegg, Austria. Selama setahun, ia bertugas di sana, kemudian dipindahkan sebagai Kepala Paroki di Glöckelberg, Austria. “Umat sudah menanti kehadiranku. Semoga aku dapat menjadi imam sesuai dengan harapan mereka,” katanya.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*