Artikel Terbaru

OCI di Mata Prajurit TNI-POLRI

OCI di Mata Prajurit TNI-POLRI
3 (60%) 2 votes

Brigjen Pol Johanes Kwartanto
Kepala Biro Investigasi Komisi Judisial RI

“Keberadaan OCI amat bagus dan baik karena mempersatukan kita, anggota TNI dan Polisi yang beragama Katolik. Dengan keberadaan OCI, kami merasa ada satu ikatan untuk saling menguatkan dalam menjalankan tugas masing-masing. Memang menurut sejarahnya, seperti yang pernah dijelaskan oleh Mgr Suharyo bahwa semula OCI ini muncul pada saat-saat perang, tapi untuk sekarang meski tak ada lagi perang seperti dulu, pendampingan rohani bagi TNI dan Polisi masih tetap dan terus dibutuhkan. Terkait belum adanya pengakuan resmi dari pemerintah soal keberadaan OCI ini, terus terang sebagai Polisi, saya belum bisa memperjuangkan karena posisi saya sebagai penegak hukum.

Untuk mendapat pengakuan, kebijakan politis seperti itu ada pada DPR atau para politikus, mungkin bisa masuk melalui jalur itu.”

Laksamana Pertama TNI Gregorius Agung
Dirdiklat Kodiklatal Surabaya

“Gereja Valentino di Kopassus yang saat ini menjadi kediaman Romo Pasbanmilpol, adalah gereja masa kecil saya. Saya dari ke luarga Angkatan Darat. Bapak saya Parohkat. Saya ada di Surabaya, praktis kegiatan OCI di Jakarta tidak saya ikuti. Namun, saya monitor kegiatan OCI lewat grup Whatsapp.

OCI melalui Bapa Uskup dan Romo Roni, sangat bermanfaat untuk menggembleng, membimbing rohani para prajurit Katolik. Ini penting untuk memberi warna khas iman Katolik. OCI sangat bermanfaat. OCI melalui Romo Roni sungguh ada di tengah-tengah kita. Ia membuat kegiatan yang memungkinkan semua prajurit lintas angkatan dan POLRI bisa mengenal satu sama lain. Dulu kan hanya kenal satu-dua orang. Saat ini lewat kegiatan OCI dan grup Whatsapp, kami bisa tahu, ohh… di angkatan ini ada orang kita juga, di POLRI ada perwira kita juga. Jadi OCI mengenalkan dan merekatkan para parjurit di tiga matra dan POLRI.

Di Angkatan Laut, Romo Roni hadir, misal dalam peristiwa duka. Terakhir saat Wakasal, Pak Sembiring meninggal dunia, Romo dan Bapa Uskup hadir dan memimpin Misa. Itu sebagai bentuk dukungan yang membawa bara bagi kami para parjurit untuk mengabdi bagi negara dengan memegang teguh iman.

Saya berharap, akan banyak kegiatan OCI yang meningkatkan pertemuan antara prajurit OCI, mungkin tiga bulan sekali. Misalnya, membahas perubahan atau situasi dalam dunia militer, khususnya terkait moral atau isu lain yang menonjol dalam militer.”

Edward Wirawan/Yanuari Marwanto/Maria Pertiwi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 14 Tanggal 2 April 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*