Artikel Terbaru

Kongregasi Suster St Yusuf (KSSY): Mandiri Melayani Citra Allah

Kongregasi Suster St Yusuf (KSSY): Mandiri Melayani Citra Allah
3 (60%) 2 votes

Ketika itu, seorang misionaris Kapusin asal Belanda, Pastor Ferdinandus van Loon OFMCap bertugas di Gereja St Antonius Petisah. Lantas, ia meminta kepada Mgr Mathias agar minta bantuan tenaga pastoral dari Belanda. Mgr Mathias pun melayangkan surat permohonan kepada Pimpinan Umum Kongregasi Suster St Yosef di Amersfoort, Belanda. Intinya, Mgr Mathias menghendaki agar KSSY mengutus para suster supaya melayani di Nusantara dengan membuka komunitas di Petisah. Para Suster KSSY ini akan diberi tugas melayani rumah tangga pastor dan orang-orang Tamil yang ada di Petisah.

Bak gayung bersambut, permohonan Mgr Mathias ditanggapi positif pimpinan KSSY Belanda. Biara KSSY di Burchman Wyuterslaan 55 Amersfoort menyatakan siap memenuhi permintaan itu. Tawaran untuk bermisi ke Nusantara dibuka kepada para suster. Sekitar 60 suster menyatakan diri bersedia meninggalkan tanah airnya untuk menjadi misionaris. Kemudian, pimpinan KSSY menetapkan enam orang yang berangkat, yakni Sr Anselma Geerts KSSY, Sr Alexia Beemer KSSY, Sr Modesta Giesbers KSSY, Sr Anisetha Okkersen KSSY, Sr Valeria Wiemen KSSY, dan Sr Odulfa Goedhart KSSY.

Pada 8 Januari 1931, keenam suster tersebut berangkat dari Belanda dengan kapal laut SS Koningin der Nederlanden. Mereka tiba di Pelabuhan Belawan, Medan, 28 Januari 1931. Pastor van Loon dan beberapa Suster SFD menjemput para suster dan membawa mereka ke Petisah. Di Petisah, para Suster KSSY memulai karya dengan menangani bidang pendidikan. Mereka mengelola Sekolah Dasar untuk anak India (Keling), sekolah kejuruan bagi anak-anak putri, dan Taman Kanak-Kanak. Di bidang sosial, mereka mengasuh anak-anak miskin dan yatim piatu, menangani asrama untuk anak-anak warga India, dan mengelola usaha benatu dan dobi, yang menjadi tempat kerja ibu-ibu rumah tangga keluarga India.

Sejak saat itu, para Suster KSSY setia melayani umat di Medan dan sekitarnya. Seiring berjalan waktu, KSSY Medan yang dimulai dengan enam suster Belanda mulai berkembang. Salah satunya, pada 27 Februari 1957, Takhta Suci mengabulkan permintaan KSSY Medan dengan mengesahkan berdirinya novisiat untuk formasi putri-putri pribumi yang mau menjadi suster KSSY. Empat puluh tahun kemudian, pada 19 Maret 1997, KSSY Medan resmi terpisah dari KSSY Belanda dengan Dekrit Prot. n. DD. 2413-1/96 dan menjadi otonom.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*