Artikel Terbaru

Habitus Peduli Lingkungan Hidup

Habitus Peduli Lingkungan Hidup
1 (20%) 1 vote

Satu yang unik, 15 menit sebelum pulang Sekolah diadakan “Operasi Semut” di SD St Fransiskus Assisi. Setiap hari, ada satu kelas yang bertugas mengumpulkan sampah di seputar Sekolah. “Kita menghidupi semboyan ‘Jujur, Cerdas, dan Peduli’. Peduli yang dimaksud adalah peduli kepada sesama juga lingkungan hidup,” ujar Wakil Kepala Sekolah SMK St Fransiskus Assisi, Paskalis Doman. Tak hanya itu siswa baru di akhir Masa Orientasi Siswa diminta membawa pohon dalam pot untuk diletakkan di depan kelas.

Menumbuhkan Habitus
Kepedulian dan upaya menjaga lingkungan hidup, menurut Romo Andang L. Binawan SJ, merupakan bagian integral dari iman. “Bahasa Paus Fransiskus dalam Laudato Si’, itu bukan optional, pilihan, tapi keharusan,” ujarnya.

Kepedulian terhadap lingkungan hidup ini menjadi salah satu dari lima sasaran prioritas Arah Dasar (Ardas) KAJ 2016- 2020. Yakni meningkatkan keterlibatan umat dalam menjaga lingkungan hidup di wilayah Keuskupan Agung Jakarta (KAJ). Ini terkait dengan cita-cita “Mewujudkan Kerajaan Allah demi keselamatan manusia dan keutuhan ciptaan”. Sebagai mitra Allah, panggilan kita untuk memelihara bumi yang sudah diciptakan Allah baik adanya dan mewariskan bumi yang baik juga untuk generasi mendatang.

Romo Andang mengatakan, di Jakarta salah satu kerusakan lingkungan bersumber di sampah. “Sampah sebagai cermin ketidak-pedulian manusia yang paling nyata. Kalau orang tidak peduli sampah, dia juga tidak peduli lingkungan hidup. Maka fokus kita masih di pengelolaan sampah. Program ini bukan semata Gereja bersih dari sampah, tetapi bagai mana menumbuhkan habitus peduli lingkungan hidup dengan peduli sampah, menaruh, memilah, mengurangi sampah, khususnya sampah plastik dan styrofoam,” ujarnya.

Gerakan konkret lain yang bisa dilakukan yakni mengupayakan paroki ramah lingkungan. Dalam buku Implementasi dan Renstra Ardas KA2 2016-2020 dituliskan 12 ciri paroki ramah lingkungan. Salah satunya adalah usulan adanya seksi atau subseksi lingkungan hidup dalam struktur dewan paroki. “Tujuannya tentu bukan semata Gereja ramah lingkungan tapi Gereja dalam arti umat. Tahun depan, gerakan kita fokuskan untuk mengurangi sampah, dan paling konkret yaitu mengurangi plastik,” ujar Romo Andang.

Maria Pertiwi
Laporan: A. Nendro Saputro, Yusti H. Wuarmanuk, dan Christophorus Marimin

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 44 Tanggal 1 November 2015

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*