Artikel Terbaru

Oyan Kristian: Doa Ibu Sepanjang Waktu

Oyan Kristian: Doa Ibu Sepanjang Waktu
3 (60%) 2 votes

Gildus meninggal dunia setelah setahun gering. Perpetua yang telah kehilangan suami harus melunasi hutang. Ia menanggung beban tak terperikan.

Cobaan kembali menghampiri Perpetua. Saat air mata duka belum kering, anak bungsunya, Denny, jatuh sakit.

Dokter mengatakan putranya terserang infeksi di bekas suntikan. Perpetua harus berjuang untuk menyembuhkan anaknya. Berbagai usaha ia lakukan namun kondisi Denny kian memburuk.

“Saat adik sakit, kami mengurus berbagai hal sendirian. Ibu di rumah sakit menemani si bungsu. Nasi basi sempat kami lahap karena kelaparan. Kami juga pernah menumpang makan di rumah tetangga karena tak ada apa pun yang bisa disantap di rumah,” tulis Oyan dalam surat elektroniknya kepada HIDUP, Selasa, 20/10.

Oyan ikut tumbang terserang malaria stadium tinggi. Beban pikiran yang merundung keluarganya membuat kesehatannya memburuk. Beruntung ia tertolong. Jika tenaga medis telat memenanganinya, hanya ada dua pilihan untuk pria kelahiran Maumere, 31 tahun silam itu, meninggal atau gila.

Di saat kemelut yang menimpa keluarganya, Oyan merasakan bantuan Tuhan lewat orang lain. Bahkan kerap kali, bantuan dari Romo Klaus Nauman SVD dan Romo Hans Werit SVD mengalir tanpa sepengetahuan mereka. Begitu Perpetua ingin membayar biaya RS, pihak kasir memberitahu tanpa menyebut nama, bahwa ada pastor yang sudah melunasi biaya pengobatan.

Lagi-lagi, Oyan harus merelakan kepergian salah satu anggota keluarganya. Setelah setahun menjalani berbagai pengobatan dan perawatan, Denny menyusul kepergian bapaknya. Saat itu Oyan berumur 10 tahun dan duduk di bangku kelas 11.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*