Artikel Terbaru

St Michael Hồ Đình Hy: Penyelundup Misionaris di Vietnam

St Michael Hồ Đình Hy: Penyelundup Misionaris di Vietnam
1 (20%) 1 vote

Pemerintahan Dinasti Nguyễn terkenal anti kekristenan. Meski pada zaman Kaisar Gia Long sentimen anti-Katolik ada, tetapi Kaisar masih memberikan ruang bagi karya misionaris di sana. Namun mulai tahun 1820, gerakan anti-Katolik mulai meluas. Kaisar Minh Mang bahkan mengeluarkan dekrit anti-Katolik serta perintah pencekalan dan penghapusan terhadap semua yang berbau Gereja. Kebijakan itupun dilanjutkan para kaisar penerusnya. Orang Vietnam dilarang menjadi Katolik. Mereka berdoa secara sembunyi-sembunyi. Larangan beriman pada Yesus juga mendorong banyak umat Katolik melarikan diri dari Vietnam.

Murah Hati
Di luar dugaan, Đình Hy yang dibesarkan sebagai pedagang sutra dalam keluarga Katolik justru diangkat Kaisar Tự Đức sebagai Kepala Pengawas Urusan Perdagangan Kain Sutra pada usia 21 tahun. Tugas ini membuatnya sering melancong ke negara-negara di Asia guna mengatur arus perdagangan sutra dengan kaisar di Vietnam. Karena kejujurannya karirnya melejit hingga menjadi orang kepercayaan Kaisar Tự Đức.

Đình Hy menikah dengan Hy Lucia Tan. Mereka dikarunia lima anak, dua laki-laki dan tiga perempuan. Mereka mendidik buah hatinya dalam tradisi Katolik. Dinh Hy mengirim putra sulung belajar di Penang, Malaysia dan akhirnya menjadi imam. Konon, putra Đình Hy ini sempat bertugas di Indonesia. Kelak dialah yang ikut bersaksi atas perjuangan iman ayahnya saat penganiayaan Gereja di Vietnam, pasca 25 tahun wafatnya sang ayah.

Di rumah, Đình Hy menyediakan satu meja sebagai altar yang selalu dihiasi bunga. Di sinilah ia mengajak anak dan istrinya berdoa. Kadang ia mengundang pastor untuk merayakan Misa di rumahnya secara diam-diam. Penghormatannya pada Sakramen Ekaristi menjadi panutan Gereja di Vietnam. Konon, Đình Hy pernah mengatakan, “Meski seluruh air sungai di muka bumi diambil untuk mencuci dosaku, itu tidak cukup. Hanya dengan darah Kristuslah, aku bersih.”

Đình Hy dikenal sebagai pejabat yang rendah hati dan dermawan. Suatu saat, ada orang kedapatan mencuri kain sutra Kaisar Tự Đức di gudang penyimpanan. Pencuri ini dibawa kepadanya. Ia pun mengampuni si pencuri dan berpesan untuk tidak mengulangi kejahatannya. Ada juga lelaki miskin menjual dua anak gadisnya kepada pejabat negara demi uang. Mendengar hal itu, Đình Hy segera menebus dua gadis itu. Bersama sang istri, ia mendidik mereka hingga dibaptis. Salah seorang anak angkatnya itu kelak menjadi biarawati.

Đình Hy selalu membantu menyelundupkan para misionaris MEP. Ia mencari jalan keluar masuk Vietnam yang saat itu melarang kekatolikan hidup di sana. Karena sering bertugas ke luar daerah, ia selalu membantu kebutuhan Gereja terutama menyembunyikan identitas para misionaris dan umat Katolik. Gerakan Gereja bawah tanah ini bisa terus bertahan berkat kepiawaiannya mengolah strategi dan pundi-pundi sebagai pejabat Negara. Banyak misionaris dan umat Katolik mengenal sepak terjangnya sebagai pemimpin yang murah hati. Ketika Gereja dianiaya Kaisar Tự Đức, ia mencari jalan dan mengusahakan ruang bernafas bagi benih-benih iman Katolik di Vietnam.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*