Artikel Terbaru

Seminari St Petrus Canisius Mertoyudan: Seminari Mertoyudan Terus Berbenah

Seminari St Petrus Canisius Mertoyudan: Seminari Mertoyudan Terus Berbenah
1 (20%) 2 votes

Sementara ruang kelas, masing-masing kelas dilengkapi dengan white board,
wall screen,
dan komputer. Bila guru mengajar, tinggal membawa LCD Player yang disediakan sekolah. Jumlahnya cukup memadai untuk menjamin kelancaran proses belajar mengajar. Untuk fasilitas internet, telah terkoneksi di seluruh kompleks seminari; juga telah dipasang hotspot. Bagi para seminaris disediakan “PC Medan” untuk media komunikasi, mencari data atau informasi dalam rangka tugas karya tulis, sidang akademi, tugas sekolah, dan yang lain. Ada juga gedung musik yang digunakan untuk mewadahi peralatan musik dan latihan orkestra. Lapangan olahraga terdiri dari lapangan sepakbola, basket, voli, dan bulu tangkis.

Sejalan dengan niat Seminari untuk menjadi “The Moving School”, yaitu sekolah atau lembaga pendidikan yang terus bergerak maju guna meraih keunggulan, ke depan Seminari Mertoyudan akan melakukan penataan, pembenahan, dan melengkapi diri dalam bidang sarana prasarana. “Misal, dalam hal bacaan kita menganggarkan dana untuk menambah buku yang berguna bagi referensi para seminaris,” ujar Romo Gandhi.

Lambang
Kebanyakan lembaga pendidikan memiliki lambang, emblem, atau simbol sebagai identitas. Lambang berupa gambar atau lukisan hendak menyatakan sesuatu makna atau mengandung maksud tertentu. Melalui lambang tersebut pemrakarsa atau pendiri sebuah lembaga pendidikan bermaksud melukiskan hal-hal yang menjadi tujuan, cita-cita, visi, dan misi lembaga yang didirikan.

Hal yang sama berlaku bagi Seminari Mertoyudan. Sebagai sebuah lembaga pendidikan, seminari ini juga memiliki lambang dengan beberapa atribut serta warna dengan makna yang berbeda-beda. Makna dan warna dalam lambang Seminari Mertoyudan meliputi: sebuah perisai yang melambangkan perjuangan, warna dasar kuning emas melambangkan kemuliaan, warna hijau dalam tulisan SSS melambangkan harapan untuk tumbuh dan keadilan. Sedangkan warna hitam pada gambar anjing melambangkan kesungguhan, keseriusan dan ketegasan. Terakhir warna putih pada latar belakang karang dan anjing melambangkan kesucian.

Selain warna, ada juga simbol dalam bentuk huruf dalam lambang Seminari
Mertoyudan. Seperti, tulisan CS dalam logo merupakan singkatan dari Canisii Seminarium yang memiliki arti Persemaian Canisius; gambar batu karang di bawah tulisan CS mengungkapkan St Petrus sebagai batu karang, gambar anjing ingin menunjukkan nama diri dari Canisius yang dalam bahasa latin berarti anjing. Gambar anjing ini menunjukkan kesetiaan pada tuannya yakni Tuhan Yesus.

Selanjutnya, tiga huruf “S” adalah dasar cita-cita Seminari Mertoyudan dalam
mendidik para seminaris agar berkembang secara integral dalam kesucian, kesehatan, dan pengetahuan. Kata dan makna yang terkandung dalam SSS tersebut diharapkan dapat menjadi acuan baik bagi para pembina dalam memberikan pendampingan maupun bagi seminaris dalam mengembangkan diri ke arah panggilan imamat. Secara keseluruhan, lambang Seminari Mertoyudan mengandung pengertian: dengan kegairahan dan kesungguhan yang didasari dengan niat suci, seminari berjuang demi perkembangan Seminaris dalam semboyan SSS guna menuju cita-cita imamat mulia seturut teladan St Petrus Kanisius.

Saat ini, jumlah seminaris di Seminari Mertoyudan 281 orang. Para remaja ini
ditempa dalam semangat St Petrus Kanisius untuk menjadi gembala umat dan tokoh Katolik masa depan.

Christophorus Marimin

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 15 Tanggal 9 April 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*