Artikel Terbaru

Paulus Januar: Mewariskan Nilai Dokter Gigi

Paulus Januar: Mewariskan Nilai Dokter Gigi
1 (20%) 1 vote

Dengan karakteristik semacam itu, FKG Universitas Moestopo tak pernah kehilangan peminat. Malah tiga tahun terakhir, jumlah mahasiswa yang mendaftar meningkat. Namun karena daya tampung dan fasilitas, FKG Universitas Moestopo hanya bisa menerima sekitar 180 mahasiswa per tahun. “Ada pertimbangan rasio antara peralatan dan jumlah mahasiswa. Misal, rasio dosen dan mahasiswa program studi akademik 1:10 dan untuk program studi profesi 1:5,” jelasnya.

Menyebar Luas
Konsil Kedokteran Indonesia, per Oktober 2016 merilis jumlah dokter gigi, 28.244 orang dan dokter gigi spesialis 3.014 orang. Jumlah ini dipandang telah memadai, namun penyebaran yang tak merata menjadi soal. Sebagian besar tenaga dokter gigi berada di kota besar Jawa dan Sumatera. Paulus menilai, pendidikan kedokteran gigi perlu menanamkan minat pada dokter gigi untuk berdedikasi di daerah-daerah. “Alumni FKG universitas ini cukup banyak yang bekerja di daerah. Ini bisa berkontribusi dalam pemerataan distribusi dokter gigi.”

Persebaran yang tidak merata, lanjut alumni PMKRI ini, menjadi soal tersendiri dan perlu disikapi. Di Indonesia sekitar 25,9 persen masyarakat bermasalah dengan kesehatan gigi dan mulut. Dari jumlah ini, yang mendapat perawatan hanya 8,1 persen. Paulus membacakan data lain, saat ini, 72, 3 persen penduduk Indonesia pernah mengalami karies atau gigi berlubang.

Secara umum, 93,8 persen masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan menyikat gigi setiap hari. Namun yang menyikat gigi dengan benar, sebelum tidur malam dan setelah makan pagi hanya 2,3 persen. Karena itu, FKG Universitas Moestopo yang tergabung dalam Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia melalui kerjasama dengan Ikatan Persatuan Dokter Gigi Indonesia, sangat mendukung program bulan kesehatan gigi nasional.

Pemimpin Teladan
Kala masih mahasiswa, Paulus aktif berorganisasi. Ia pernah menjadi Ketua Umum Senat Mahasiswa FKG Universitas Moestopo. Bahkan, ia pernah menjabat sebagai Ketua Presidium Pengurus Pusat PMKRI. Meski aktif berorganisasi, Paulus tetap menjaga prestasi akademik. Lulus kuliah, almamater memintanya menjadi staf pengajar di bidang kesehatan masyarakat.

Paulus mengaku senang mengajar bidang kesehatan masyarakat. Ia menilai, bidang ini penting karena mengajarkan dan mengkaji kebijakan-kebijakan pemerintah di bidang kesehatan, khususnya kesehatan gigi.

Bidang ini juga menyoroti masalah sosial dalam hubungan dengan kesehatan gigi, misal mengapa minat masyarakat untuk mendapatkan pengobatan tak terlalu banyak. “Ada berbagai sebab, misal takut ke dokter gigi, ini juga topik kuliah di bidang kesehatan gigi masyarakat,” ujar Paulus yang tetap aktif berpraktik sebagai dokter gigi. Bidang kesehatan masyarakat, lanjutnya, berhubungan dengan konsep promotif (menjaga) dan preventif (pencegahan) dengan tidak mengabaikan kuratif (perawatan) dan rehabilitatif (pemulihan).

Paulus Januar. [HIDUP/Edward Wirawan]
Paulus Januar.
[HIDUP/Edward Wirawan]

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*