Artikel Terbaru

Beato Justo Takayama Ukon (1552–1587): Samurai Sejati Pembela Kristus

Beato Justo Takayama Ukon (1552–1587): Samurai Sejati Pembela Kristus
3 (60%) 2 votes

Tetapi para bushi Ukon tahu akal busuk Shogun. Demi melindungi nama baiknya, Ukon kemudian dipanggil ke Kyoto untuk bertemu Shogun Ieyasu. Di Kyoto, ia ditangkap, lalu diasingkan ke Kanazawa pada 15 Februari 1614, sampai kemudian ia melarikan diri ke Nagasaki.

Demi memperdalam iman, Ukon memutuskan keluar dari Jepang menuju Filipina. Ia pergi bersama istri, anak-anak, serta lima cucunya. Ia pergi beserta rombongan imam Serikat Yesus, Fransiskan, Dominikan, Agustinian, serta banyak umat yang lain. Ia menjadi pemimpin bagi umat Allah menuju “Tanah Terjanji”.

Mereka tiba di Filipina pada 11 Desember 1614. Saat itu, Gubernur Jenderal Spanyol di Filipina, Juan de Silva menawarinya sejumlah kekayaan yang dapat dijadikan bekal sebagai panglima untuk menggulingkan kekuasaan Shogun Ieyasu di Jepang. Tetapi Ukon menolak tawaran tersebut.

Setahun kemudian, Ukon jatuh sakit. Penyakit ini mengakibatkan tubuhnya lemah hingga tutup usia pada 4 Februari 1615 di Manila. Pemerintah kolonial Spanyol di Filipina menggelar upacara militer bagi pemakaman Ukon. Dia menjadi Daimyo pertama yang dimakamkan di Filipina. Jazadnya dimakamkan di sebuah gereja yang dikelola para Jesuit. Setelah kematian Ukon, istrinya tinggal bersama orang-orang Jepang di daerah Pasig, Manila.

Proses penggelaran kudusnya dimulai pada 10 Juni 1994. Namun upaya ini terhalang oleh kebijakan pemerintah Jepang yang mempersulit untuk memperoleh berbagai dokumen yang dibutuhkan bagi proses penggelaran kudus. Dengan beragam upaya, proses penggelaran kudus ini kembali dibuka tahun 2000. Pada Agustus 2013, Ukon dinyatakan sebagai Venerabilis.

Tiga tahun berselang, tepatnya 21 Januari 2016, Paus Fransiskus telah menandatangani dekrit kemartirannya. Misa Beatifikasi bagi Ukon digelar pada 7 Februari 2017 di Osaka-jo Hall, Kyobashi, Osaka, Jepang. Prefek Kongregasi Penggelaran Kudus, Kardinal Angelo Amato SDB memimpin Misa Beatifikasi ini. Ukon dikenang sebagai pelindung masyarakat Jepang yang merantau ke negeri orang. Gereja mengenangkan Daimyo, sang samurai pembela Kristus ini setiap 3 Februari.

Yusti H. Wuarmanuk

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 16 Tanggal 16 April 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*