Artikel Terbaru

Rumah Anak Keluarga Buruh

Rumah Anak Keluarga Buruh
5 (100%) 1 vote

Johannes, salah satu orangtua yang sore itu menjemput anaknya bersyukur dengan kehadiran TPA Indirasana. Ia merasa sangat terbantu dengan pendampingan di TPA. “Kami bersyukur bisa menitipkan anak kami di sini, karena setidaknya kebutuhan pendidikan dan kemandiran anak kami bisa terpenuhi,” katanya.

Nety pun mengamini hal serupa. Katanya, banyak orangtua anak-anak yang berterima kasih boleh menitipkan anaknya di TPA. Bahkan, ada orangtua yang meminta agar anaknya tetap bisa di TPA meski usianya sudah 10 tahun. TPA Indriasana menerapkan kebijakan hanya menerima anak-anak dari usia enam bulan sampai 10 tahun. Usia 10 tahun dirasa sudah cukup mandiri, sehingga tak perlu lagi didampingi di TPA. Selain itu, dengan kembali ke rumah, anak-anak ini bisa membantu orangtua untuk menjaga adiknya.

Nety mengakui, dalam menjalankan TPA, WKRI menjalin komunikasi dengan berbagai pihak. Saat awal merintis TPA, WKRI berkonsultasi dengan Lembaga Daya Dharma Keuskupan Agung Jakarta. Boleh dibilang, TPA adalah karya rintisan bersama. Namun, dalam perjalanan selanjutnya, pengelolaan diserahkan sepenuhnya kepada WKRI.

Nety menjelaskan bahwa Paroki St Agustinus Karawaci, Tangerang juga mengetahui keberadaan dan aktivitas TPA Indriasana. Dari sisi teritori, TPA Indriasana memang masuk dalam wilayah penggembalaan paroki ini. “Baru sebatas itu, belum ada kerjasama yang lebih konkret lagi,” ujar umat Paroki St Laurensius Alam Sutera ini.

Saat ini, bangunan TPA Indriasana sedang dalam tahap renovasi, lantaran atap bangunan banyak yang bocor. Nety berharap, agar proses renovasi ini bisa cepat selesai supaya anak-anak bisa istirahat dan bermain dengan aman dan nyaman. Inilah salah satu bentuk perhatian Gereja bagi kaum buruh, terutama kepada para buruh perempuan. TPA Indriasana hadir untuk meringankan salah satu kuk di pundak perempuan, yakni merawat dan membesarkan anak dalam keluarga.

Stefanus P. Elu
Laporan: Christophorus Marimin

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 17 Tanggal 23 April 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*