Artikel Terbaru

Laurentius Sugiri Willim: Rindu Giri pada Seni

Laurentius Sugiri Willim: Rindu Giri pada Seni
1 (20%) 1 vote

Tak hanya menggratiskan karyanya, Giri juga merogoh seluruh perlengkapan melukis dari kocek pribadi. Bahkan, suami Jean de’Arc Erniwati selalu membawa bekal dari rumah selama melukis. Katanya, agar tak merepotkan suster-suster. “Tenang Pak Giri, makanan kami di sini tak beracun,” kelakar seorang suster kepadanya.

Selain di Biara Gembala Baik, karya tangan Giri juga tersebar di beberapa paroki di KAJ. Di antara karyanya yang lain adalah dua lukisan Jalan Salib masing-masing 14 armida (perhentian) ia berikan untuk sebuah paroki di Dekanat Bekasi dan Tangerang. Lagi-lagi seluruh karyanya itu pro bono (gratis).

Begitu mudah ia menggratiskan karyanya apakah karena sudah hidup berkecukupan? Hingga kini, Giri masih berstatus karyawan di sebuah perusahaan makanan cepat saji. Ia juga kerja dari Senin hingga Jumat. Giri meyakini, setiap perbuatan yang dilakukan dengan serius dan tanpa pamrih, Tuhan bakal membalas semuanya tanpa kekurangan apapun. “Tuhan tak pernah ngutang. Dia selalu membayar lunas,” ujarnya.

Ia mencontohkan, begitu selesai merias ulang patung Maria di biara RGS, seorang umat menelponnya. Ia terkesima dengan karyanya dan meminta Giri merapikan patungnya di rumah. Begitu selesai, umat itu tetiba mengamplopkan uang untuknya. Begitu amplop dibuka, jumlah nominalnya sama persis dengan yang ia keluarkan untuk merapikan patung Maria Fatima.

Semua Ingin
Pria kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat, 22 Januari 1965 ini, merasa yang
dilakukannya tak ada yang istimewa. Ia yakin semua orang mau melayani seturut talenta masing-masing. Namun semua itu ada masanya. Waktu atau keadaan seseorang juga ikut menggerakkan orang untuk berbuat sesuatu bagi sesamanya.

Kini, selain membantu karya misi RGS, pengagum Raden Saleh dan Seitz Ludovico ini juga menginginkan agar dengan keterampilannya, ia bisa memperindah “rupa” biara dan gereja, sehingga bisa menarik umat untuk datang, dan berinteraksi dengan Dia, Sang Perupa Agung. “Saya siap membantu jika ada yang membutuhkan,” katanya.

Yanuari Marwanto

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 17 Tanggal 23 April 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*