Artikel Terbaru

Agustinus Adry Manengkey: Birokrat “Pala”, Pelayan Warga

Agustinus Adry Manengkey: Birokrat “Pala”, Pelayan Warga
1 (20%) 1 vote

Apa yang menjadi konsen Adry ternyata mendapat dukungan penuh dari Bupati Sitaro, Toni Supit. Lewat program bantuan pertanian, pemerintah membantu para petani dan kelompok tani. Tujuannya supaya masyarakat mandiri, sehat, dan sejahtera. Hal ini sejalan dengan harapan pemerintah Sitaro yang menetapkan tahun 2017 sebagai Kabupaten Kota Sehat. Program ini tidak saja mencakup segi sehat secara fisik, tetapi juga sehat mental agar bisa berpikir jernih dan mengambil keputusan tepat demi kesejahteraan keluarga.

Pemerintah Provinsi Sulut ikut mendukung. Adry berujar, saat dilantik sebagai Sekda, Gubernur Sinyo Sarundajang pernah berpesan untuk menghindari kesan pilih kasih dalam membimbing dan mengatur setiap aparatur negara, sekaligus mengembangkan Sitaro menjadi lebih makmur. Adry manut pada pesan itu. Setiap keputusan dan kebijakannya mengacu pada bonum commune (kebaikan umum). Fungsi sebagai birokrat, tegas Adry, adalah melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras, dan golongan.

Pelayan Publik
Adry mulai berkecimpung di birokrasi sejak 1995. Saat itu, ia menjadi tenaga honorer di Dinas Kementerian Tenaga Kerja Provinsi Sulut. Ketekunan dan semangat belajarnya membuahkan hasil dengan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil. Beberapa tahun kemudian, ia dipercaya sebagai Kepala Bagian Kementerian Ketenagakerjaan (Kemennaker). Adry berusaha membuat kebijakan-kebijakan di bidang peningkatan daya saing dan produktivitas tenaga kerja. Selain itu, ia meningkatkan penempatan tenaga kerja dan perluasan ke sempatan kerja bagi masyarakat.

Baru beberapa tahun di Kemennaker, Adry diangkat menjadi Kepala Biro Administrasi dan Sumber Daya Alam Provinsi Sulut. Kemudian ia dipercaya menjadi Kepala Biro Ekonomi Provinsi Sulut, lalu mendapat tugas baru sebagai Kepala Badan Lingkungan Hidup. Dari Lingkungan Hidup, ia ditunjuk sebagai Staf Ahli Bidang Pembangunan sampai menjadi Sekda Kabupatan Sitaro.

Hidup dalam lingkungan birokrasi yang sering dianggap “kotor”, kata Adry, menjadi tantangan tersendiri. Meski demikian, Adry percaya, hakikat politik yaitu kebijakan dan kekuatan kekuasaan. Bila dua hal ini dipadukan akan menghasilkan harmoni pembangunan manusia yang kuat. Hal ini sejalan dengan prinsip Adry, yaitu harus melayani masyarakat dengan hati tulus. “Tugas yang diberikan bukan dari ‘pak bos’, tetapi dari Tuhan. Bila menyelewengkan tugas, maka telah berkhianat kepada Tuhan. Sebab vox populi vox Dei, suara rakyat adalah suara Tuhan, harus menjadi refleksi semua birokrat yang mau melayani rakyat.”

Untuk melayani warga, lanjut Adry, tak ada rumusan lain yakni harus menjadi seperti Yesus yang datang untuk melayani. Hal ini juga ia praktikkan dalam tugas yang diembannya. Prinsipnya, pemerintah adalah pelayan masyarakat.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*