Artikel Terbaru

St Caterina Volpicelli (1839–1894): Hati Kudus bagi Kaum Terluka

St Caterina Volpicelli (1839–1894): Hati Kudus bagi Kaum Terluka
2.5 (50%) 2 votes

Pada waktu itu, Caterina masih gemar musik, balet, dan teater. Ia masih menjadi gadis energik dan ingin terkenal. Margherita ternyata membaca gelagat muridnya ini. Ia yakin, Caterina tipikal gadis yang taat beragama. Margherita tak ingin murid kesayangannya itu terus mengejar popularitas. Maka setiap kali ada kesempatan, Margherita dan Ludovico tak henti memperkenalkan spiritualitas Fransiskan kepada Caterina.

Kesempatan emas untuk mendekatkan semangat Fransiskan kepada Caterina
datang di La Palma, Napoli, 19 September 1854. Tanpa sengaja, Ludovico meminta Caterina untuk menjadi biarawati. “Kamu harus menjadi hamba yang berhati mulia seperti Yesus,” kata Ludovico. Kata-kata pria kelahiran Napoli, 11 Maret 1814 ini, seakan “menjarah” sanubari gadis berparas cantik itu. Di tengah aneka mimpi sukses akan masa depan, Caterina meminta nasihat seorang Abas Dominikan, Leonardo Matera OP pada 28 Mei 1859. Abas Leonardo pun mendukung keinginan Caterina.

Suster Amal
Dalam refleksi panjang, Caterina mengaku kalah dari panggilan Tuhan yang begitu dahsyat. Namun, pilihannya tidak jatuh pada ordo berspiritualitas Fransiskan. Caterina memilih menjadi biarawati Congregatio Perpetual Adorers of The Blessed Sacrament (Sacramentines). Setahun setelah bergabung dengan Sacramentines, Caterina jatuh sakit. Ia pulang dan menjalani hidup sebagai biarawati sekuler di tanah kelahirannya.

Meski begitu, ia masih ingin melayani kaum miskin. Dalam spiritualitas salib dan semangat Hati Kudus Yesus yang terluka, Caterina terus melayani kaum marginal. Pada Juli 1867, seorang imam asal Perancis, Pater Ramière MSC berkunjung ke Napoli. Kabar kedatangan imam Misionaris Hati Kudus Yesus (Congregatio Missionariorum Sacratissimi Cordis Iesu/MSC) ini menjadi berita gembira baginya. Di Perancis, tarekat misi yang didirikan Pater Jean Jules Chevalier (1824-1907) di Issoudun pada 1854 ini mengembangkan misi yang sama seperti cita-cita Caterina. Misi ini digerakkan Suster Louise-Thérèse de Montaignac de Chauvance (1820-1885) dari Oblat Hati Kudus Yesus.

Lewat informasi dari Pater Ramière, Caterina tertarik mengadopsi spiritualitas dan statuta biara MSC. Tapi dalam perjalanan, Caterina ingin komunitasnya benar-benar mandiri sebagai yayasan amal bagi orang miskin. Maka ia meminta restu Uskup Agung Napoli, Kardinal Sisto Riario Sforza (1810-1877). “Layanilah dengan saleh seperti Hati Kudus,” pesan Kardinal Sforza kepadanya.

Setelah izin dari Gereja Lokal dikantongi, Caterina meminta restu Paus Leo XIII (1810-1903). Pada 14 Juni 1890, Paus bernama asli Vincenzo Gioacchino Raffaele Luigi Pecci mengabulkan permintaan Caterina dan minta agar tidak menghilangkan spiritualitas Hati Kudus Yesus.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*