Artikel Terbaru

St Caterina Volpicelli (1839–1894): Hati Kudus bagi Kaum Terluka

St Caterina Volpicelli (1839–1894): Hati Kudus bagi Kaum Terluka
2.5 (50%) 2 votes

Hati Kudus
Kardinal Sforza terus menyemangati Caterina. Berbagai usulan dan masukan
untuk menjadi sebuah institut sekuler pun mengerucut pada sebuah nama, yaitu Institut Abdi Hati Kudus Yesus, (Istituto delle Ancelle del Sacro Cuore de Gesù/ACI). Caterina menjadi anggota pertama sekaligus pemimpin institut tersebut. Beberapa perempuan asal Napoli pun bergabung menjadi Suster ACI. Spritualitas Hati Kudus Yesus terus menggerakkan mereka untuk melayani kaum miskin.

Para Suster ACI lalu melebarkan sayap pelayanan di kota terbesar ketiga Italia
ini. Mulai dari merawat korban kolera di Paroki La Sapienza Ponticelli, kemudian ke Minturno pada 1884 hingga ke wilayah Sorrento dan Roma. Pada 14 Mei 1884, Uskup Agung Napoli Kardinal Guglielmo Sanfelice D’Acquavella OSB (1834-1897) memberkati sebuah gereja sebagai rumah induk ACI di Napoli.

Bersama para pengikutnya, Sr Caterina terus melayani dan mempraktikkan Adorasi Abadi. Dalam setiap doa, ia selalu meminta perlindungan Tuhan untuk Gereja dan pewartaan misi Kerajaan Allah di dunia. Ia melayani dengan menyerahkan diri kepada Hati Kudus Yesus hingga tutup usia pada 28 Desember 1894 di Napoli.

Usulan proses penggelaran kudus bagi Sr Caterina dimulai dari Keuskupan Agung Napoli. Ia dinyatakan venerabilis oleh Paus Pius XII (1876-1978) pada 25 Maret 1945. Pada 28 Juni 1999, Bapa Suci Yohanes Paulus II (1920-2005) mengumumkan keutamaan kristiani Sr Caterina sehubungan dengan mukjizat melalui perantaraan doanya. Pada 29 April 2001, ia dibeatifikasi oleh Bapa Suci Yohanes Paulus II.

Pada 6 Desember 2008, Paus Benediktus XVI menandatangani dekrit kanonisasi setelah terjadi mukjizat kesembuhan melalui perantaraan doa Sr Caterina, yang dialami seorang perempuan asal Napoli. Misa Kanosiasi dipimpin Paus Benediktus XVI di Lapangan St Petrus Vatikan, 26 April 2009. Ia dikanonisasi bersama St Geltrude Comensoli (1847-1903), St Nuno Álvares Pereira OCarm (1360-1461), St Arcangelo Tadini (1846-1999), dan St Bernardo Tolomei (1272-1348). “Ibu berhati mulia ini telah meninggalkan jejak Hati Kudus Yesus kepada setiap orang yang merasa tersingkirkan,” kata Paus Benediktus XVI. Gereja mengenangkannya tiap 22 Januari; tapi ada beberapa komunitas yang memperingatinya tiap 28 Desember.

Yusti H. Wuarmanuk

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 17 Tanggal 23 April 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*