Artikel Terbaru

Menjawab Kebutuhan Zaman

Menjawab Kebutuhan Zaman
2.5 (50%) 2 votes

Apa saja tantangan yang dihadapi dalam karya?

Tantangan internal adalah kualitas ke-CB-an para suster. Budaya produk zaman net dan gadget menjadi tantangan pembinaan saat ini. Kualitas ke-CB-an menentukan kualitas pelayanan berspiritualitas/berkarakter CB. Keunggulan yang dihadirkan adalah karakter CB dan mensyaratkan kualitas ke-CB-an para suster sebagai role model bagi mitra karya.

Tantangan eksternal adalah tuntutan dari pemerintah dengan peraturan-peraturan yang cenderung cepat berubah dan tuntutan profesionalitas demi jaminan mutu, serta kemajemukan dan keberagaman mereka yang dilayani.

Seperti apa refleksi atas 180 tahun CB di dunia dan 100 tahun di Indonesia?

Dalam perayaan syukur ini, kami prioritaskan untuk memperkuat semangat misioner yang menjadi kekuatan 10 misionaris CB pertama. Indonesia menjadi tanah misi terjanji yang menghadirkan keselamatan dengan melibatkan diri dalam pembangunan, serta perjuangan bangsa dan negara berlandaskan Pancasila. Kami merumuskan tema “100 Tahun CB Indonesia, Setia Misi, Membangun Negeri”.

Kekuatan spiritualitas kami terjemahkan dalam karya-karya berkarakter CB, yang diamanatkan Kapitel. Karya alternatif merupakan upaya menanggapi kebutuhan zaman. Kami menanggapi keprihatinan lingkungan dengan Pusat Spiritualitas Tarakanita (PUSPANITA) dan fokus pada Eco Spirit Centre yang dimulai di Ciawi, Bogor. Rencana akan dikembangkan juga di D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Karya alternatif lain adalah Unit layanan Carlo di RS St Carolus Jakarta untuk pasien HIV/AIDS. Kami juga meningkatkan pelayanan yang semakin memadai bagi unit layanan Permata Hati sebagai bagian karya sosial yang berpihak pada mereka yang berkesesakan hidup, khususnya mereka yang kehadirannya tak diinginkan.

Apa harapan Suster dalam perayaan syukur kali ini?

Harapannya, kehadiran CB makin berkualitas dengan kekuatan dan kekhasan
spiritualitas yang mewarnai pelayanan di karya kesehatan, pendidikan, dan sosial pastoral. Dengan jumlah panggilan yang kian berkurang, kami terus ditantang untuk membentuk dan membina diri dalam kualitas garam; meski sedikit, tetap punya kekuatan dan berdaya rasuli.

Maria Pertiwi

Sumber Tulisan: Majalah HIDUP Edisi 18 Tanggal 30 April 2017

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*