Artikel Terbaru

Fatima dan Mukjizat Rosario

Fatima dan Mukjizat Rosario
4.1 (82.5%) 8 votes

Theresia melanjutkan, setiap kali berziarah selalu ada sukacita. Kebahagiaan itu memuncak ketika Didit memutuskan untuk menjadi imam. Bagi Didit, panggilan imamatnya tak lepas dari kekuatan devosi kepada Bunda Maria dari orangtuanya. Kekuatan devosi membuat pria kelahiran 15 Agustus 1970 ini akhirnya ditahbiskan imam. “Semasa kecil, saya selalu menggerutu ketika berziarah. Tetapi demi makan Soto Betawi dekat gereja, saya mau berjalan kaki,” kenangnya.

Meski sudah menjadi imam, kebiasaan ziarah tetap ia lakoni. Tahun 2010, Romo Didit berdevosi agar bisa membawa orangtuanya ke Fatima. Lagi-lagi, Tuhan mengabulkan doanya. “Di sana, orangtua merayakan ulang tahun pernikahan ke-44 dan adik saya menikah di Yerusalem.”

Memperingati 100 tahun Maria Fatima, Romo Didit akan berziarah dengan berjalan kaki dari Wisma Adisutjipto Rawamangun menuju Gereja Gembala Baik. Senatus Bejana Rohani Indonesia Barat ini pun berharap agar para imam dan calon imam memiliki hati yang selalu setia seperti Maria, setia sampai akhir di bawah kaki Yesus.

Mukjizat Rosario
Pengalaman rahmat bersama Bunda Maria juga dialami Ratna Adriana. Umat Paroki St Anna Duren Sawit, Jakarta Timur ini mengisahkan, lewat Rosario, ia diselamatkan dari penyakitnya. Kala itu, Ratna mengalami benjolan di dada kirinya. Setelah pemeriksaan, dokter memberikan surat rujukan untuk segera menjalani bedah. “Karena takut, saya meletakkan surat itu pada tumpukan buku dengan maksud melupakannya,” ungkapnya.

Setahun kemudian, benjolan itu membengkak. Tapi dirinya tak berani jujur kepada suami. Dalam keadaan putus asa, ia ingat Bunda Maria. Semalam suntuk ia berdoa Rosario sembari bermeditasi. “Bunda Maria, kalau aku pergi ke dokter, paling hanya disinari untuk mengurangi rasa sakit ini. Biarlah melalui perantaraanmu dan Putramu saja yang menyinari aku,” pintanya kepada Bunda Maria.

Keesokannya, mukjizat terjadi! Benjolan pada dada kirinya kempes. Pun peristiwa lain ia alami. Ketika melahirkan anak pertama, ASI yang keluar tidak berwarna putih, tetapi kemerahan. Hal ini membuat dirinya tak bisa memberi ASI kepada si buah hati. Ratna tergiang mukjizat yang pernah ia alami. Setelah berdoa Rosario, ia pun sembuh!

Meski sudah mengalami dua kali penyembuhan, Ratna belum juga sadar. Sepertinya ia hanya berdoa saat duka menimpanya. Lagi-lagi, Tuhan kembali menguji imannya. Selang sepuluh tahun, benjolan di dada kirinya kembali membengkak. Menyadari hal ini, Ratna tak mau mempermainkan Tuhan. Ia bertekad untuk setia berdoa Rosario. Baginya, selama sepuluh tahun Bunda Maria dan Puteranya telah setia menunggu dirinya melayani. Kini, Ratna setia pada doa Rosario. Tak pelak, ia melayani Bunda Maria dan bergabung dalam komunitas Fons Vitae, komunitas devosional pada Hati Maria Tak Bernoda dan Hati Yesus.

KOMENTAR ANDA:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*